Peckham, Pabrik Tekstil di Amerika yang Sebagian dari Pekerjanya adalah Penyandang Cacat

Peckham, Pabrik Tekstil di Amerika yang Sebagian dari Pekerjanya adalah Penyandang Cacat

Dalam sebuah perusahaan, terdapat sebuah bagian yang bekerja untuk merekrut pegawai-pegawai baru yang bernama Human Resources Development, atau yang biasa disingkat dengan HRD. Staf HRD merupakan orang-orang terpilih yang biasanya ahli dalam bidang psikologi, karena mereka diminta menyeleksi seorang pegawai yang benar-benar cocok dengan perusahaan.

Syarat yang diberikan HRD, agar seseorang dapat bekerja dalam perusahaan relatif sama, yaitu harus lulus psikotes dan lulus wawancara. Memang terlihat normal dan rasanya semua orang bisa ikut berpartisipasi bukan? Namun kenyataannya tidak. Tidak semua orang dapat mengikuti seleksi seperti itu di perusahaan, contohnya kaum penyandang cacat. Ya, meskipun tidak ada syarat tertulis yang mengharuskan calon pegawai untuk sehat secara fisik dan mental, tetapi tidak semua perusahaan dapat menerima seorang pegawai yang berkebutuhan khusus. Sangat disayangkan keadaan yang seperti ini, karena kaum penyandang cacat merasa terdiskriminasi.

Namun, di Amerika ternyata ada sebuah perusahaan yang memperbolehkan pegawainya adalah seorang penyandang cacat. Perusahaan tersebut dapat menerima penyandang cacat, karena mengubah sistem perekrutan mereka dan juga lingkungan kerja mereka. Hal tersebut tentunya sangat membantu para penyandang cacat khususnya di Amerika, untuk dapat bekerja layaknya orang biasa. Perusahaan yang bergerak di bidang tekstil ini bernama Peckham dan berlokasi di Lansing, Michigan. Peckham juga merupakan organisasi nirlaba yang tidak hanya mempekerjakan penyandang cacat, tetapi juga melatihnya.

Perusahaan ini cukup inovatif dan tentunya ramah terhadap penyandang cacat, karena alat-alat yang digunakan untuk bekerja disesuaikan untuk para penyandang cacat. Setiap bulannya, perusahaan ini dapat memproduksi 300 ribu pakaian yang dikhususkan untuk pasukan militer Amerika, mulai dari pakaian dalam sampai dengan pakaian hangat. Untuk memenuhi pesanan, terdapat 1200 pegawai yang bekerja dalam dua shift per harinya dan hampir 85% nya adalah penyandang cacat (tuna netra, tuna rungu) serta orang-orang yang mempunyai penyakit mental. Luar biasa bukan?

Dalam perusahaan atau pabrik Peckham, meja-meja dirancang khusus sedemikian rupa, agar para pekerja yang tidak dapat melihat (tuna netra) bisa memotong ujung-ujung benang dari sebuah pakaian yang sudah jadi. Jadi, pada meja tersebut terdapat lubang kecil, yang jika pekerja memasukan benang kesitu, otomatis benang akan terpotong dan hebatnya lagi, jika para pekerja tuna netra tidak sengaja memasukan jari mereka ke lubang itu, jari mereka tidak akan cedera.

Meja tersebut tentunya sangat memudahkan seorang pekerja tuna netra dan ketika waktu pesanan pakaian dapat mereka selesaikan dalam satu shift, para pekerja akan bertepuk tangan gembira dan mengapresiasi hasil kerja masing-masing. Perusahaan atau pabrik Peckham mendapat bantuan dana dari program pemerintah federal. Program pemerintah ini membeli produk dan jasa, dari perusahaan atau pabrik yang memberikan kesempatan bagi para penyandang cacat untuk bekerja dan juga bermain poker online di http://citipoker88.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *